R.A. Hadwitia Dewi Pertiwi
Belakangan ini bersepeda menjadi
kegiatan yang difavoritkan banyak orang. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga
orang kantoran mulai menggemari aktivitas yang satu ini. Lihat saja berbagai
perkumpulan sepeda yang mulai marak di mana-mana. Biasanya acara bersepeda ria
dilakukan di waktu senggang, seperti sore hari, atau saat libur. Bahkan tak
sedikit pula yang menanggalkan kendaraan bermotornya dan memilih menggunakan
sepeda sebagai alternatif untuk menuju ke sekolah atau tempat kerja.
Tapi tahukah Anda apa manfaat
dari bersepeda? Di balik kesannya sebagai olahraga yang sederhana, ternyata
bersepeda menyimpan banyak sekali dampak baik bagi tubuh kita. Bersepeda
merupakan olahraga yang lebih ringan bila dibandingkan dengan berenang atau
joging. Ini dikarenakan berat tubuh kita disangga oleh sadel sepeda. Bersepeda
juga termasuk olahraga kardio yang paling baik, karena dapat dilakukan oleh
orang-orang dengan keterbatasan, seperti obesitas, gangguan lutut, dan nyeri
kaki.
Keuntungan pertama yang kita
peroleh dari bersepeda adalah dapat membakar kalori. Olahraga sepeda dapat
dijadikan salah satu cara untuk mengurangi berat badan. Dengan bersepeda kita
sama saja membakar energi kita yang dihasilkan dari makanan yang kita konsumsi,
semisal coklat dan sedikit minuman beralkohol (sekitar 300 kalori) (NN, 29 Mei
2009. Manfaat Bersepeda untuk Kesehatan. http://zonasepeda.com/artikel/manfaat-bersepeda-untuk-kesehatan.html.
Diakses tanggal 17 April 2011). Umumnya mengendarai sepeda dengan kecepatan
rata-rata, kita dapat membakar sampai 450 kalori per jam. Bagi seorang wanita
yang memiliki berat tubuh sekitar 60 kg, mengayuh dengan kecepatan 22 km/jam,
bisa menghabiskan kurang lebih 488 kalori dalam waktu 60 menit.
Sebagai contoh, bila tempat
tinggal kita berjarak 8 km dari tempat tujuan, maka setidaknya kita sudah
berolahraga selama 20 menit. Lalu jika bersepeda dua kali seminggu, kita akan
membakar 3.000 kalori ekstra dalam tubuh, yang berarti setengah kilogram dalam
kurun waktu satu bulan. Atau kita bersepeda selama 15 menit, 5 – 6 kali dalam
seminggu, kita dapat mengurangi berat badan sebesar 11 pound dalam satu tahun.
Manfaat selanjutnya adalah
olahraga sepeda mampu mendorong energi. Sebuah studi di jurnal Psychotherapy
and Psychosomatics menyebutkan bahwa bersepeda akan menaikkan level energi
sebanyak 20 persen dan mengurangi kelelahan hingga 65 persen. Ini terjadi
karena saat bersepeda otak akan mengeluarkan neurotransmitter dopamine,
yang berhubungan dengan energi. Efeknya peredaran darah kita menjadi lancar dan
tubuh pun akan terasa lebih segar.
Aktivitas bersepeda juga dapat
menggerakkan segala aspek dalam tubuh kita. Mulai dari otot hingga organ-organ
dalam tubuh. Biasanya, para pengayuh sepeda memiliki kaki yang kencang. Bagian
otot-otot kaki akan bekerja semua untuk membantu mengayuh. Selain kaki, tubuh
bagian atas juga ikut bekerja, karena menggenggam kuat besi pengendali akan
terbentuk dengan sendirinya (Risa, 1 Februari 2011. 7 Alasan untuk Memulai
Bersepeda. http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/7_alasan_untuk_memulai_bersepeda.
Diakses tanggal 17 April 2011). Lalu apabila mengayuh dengan posisi berdiri,
kita akan melatih otot bagian tengah tubuh dan trisep. Seluruh badan, seperti
otot tangan dan kaki pun akan bergerak, sehingga dapat mengurangi keluhan
seperti nyeri punggung dan tulang, karena sendi-sendi menjadi terlatih.
Tak kalah pentingnya, jantung adalah organ utama
yang mendapat manfaat dari bersepeda. Saat berpacu di atas sepeda, denyut
jantung turut berpacu sesuai kayuhan, seperti dilansir oleh Womenshealth.
Tingkat kolesterol dan tekanan darah dapat ditekan dengan berolahraga sepeda.
Hasil penelitian menyebutkan bersepeda dalam jarak yang pendek dan sering
dilakukan akan mengurangi kematian kurang lebih 22% (NN, 29 Mei 2009. Manfaat
Bersepeda untuk Kesehatan. http://zonasepeda.com/artikel/manfaat-bersepeda-untuk-kesehatan.html.
Diakses tanggal 17 April 2011). Maka risiko berbagai penyakit seperti serangan
jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes pun dapat dicegah dengan bersepeda.
Tanpa disadari pula, aktivitas
bersepeda juga dapat meningkatkan mood yang ada dalam diri kita.
Tingkat ketegangan dan stres dapat dikurangi dengan bersepeda. Tubuh dan
pikiran menjadi lebih rileks. Memang bersepeda dapat menimbulkan rasa lelah dan
lemah karena tubuh kita akan bekerja ekstra keras dari biasanya. Tapi itu
terjadi pada awalnya saja. Seterusnya apabila kita melakukannya secara berkala,
maka rasa bugar lah yang akan didapat. Apalagi jika kita bersepeda sambil
memperhatikan lingkungan sekitar, serta bersosialisasi dengan alam, maka
semangat positif pun akan timbul dengan sendirinya.
Namun, bersepeda ternyata juga
mempertimbangkan beberapa faktor. Seperti persoalan usia. Sebenarnya aktivitas
ini baik bagi segala umur. Hanya saja bagi orang dewasa di atas 50 tahun, atau
wanita di atas 40 tahun tidak disarankan untuk melakukan olahraga bersepeda.
Itu karena risiko cedera tulang sangat tinggi, mengingat tingkat keseimbangan
manula yang telah turun dan kualitas tulang yang semakin berkurang. Di samping
itu adalah masalah kesehatan. Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit
jantung maupun asma disarankan untuk berhati-hati. Ini dikarenakan bersepeda
memicu pernafasan untuk bekerja lebih cepat, sehingga dikhawatirkan akan
langsung berdampak pada penderita jantung dan asma tersebut. Ada baiknya untuk
mengkonsultasikan kesehatan dengan dokter ahli sebelum kita mulai bersepeda.
Sebelum bersepeda sebaiknya
lakukan dulu beberapa pemanasan kecil. Cooling down dengan otot paha
dan betis sangat dianjurkan, karena saat bersepeda kedua otot itulah yang
maksimal digunakan. Sebaliknya kontraksi otot perut menjadi berkurang.
Perhatikan pula jarak panjang tungkai dengan tinggi sadel. Jangan sampai lutut
terlalu menekuk maupun terlalu lurus ketika mengayuh. Pastikan lutut hanya
tertekuk sedikit, yakni sekitar 25 derajat, saat sedang mengayuh ke atas. Jarak
terbaik saat mengayuh, paling jauh sudut lutut kurang dari 180 derajat sehingga
efisiensi gerakan lebih baik (Damayanti, 24 Februari 2010. Manfaat Berlipat
Olahraga Keluarga (2). http://tabloidnova.net/Nova/Kesehatan/Kebugaran/Manfaat-Berlipat-Olahraga-Keluarga-2.
Diakses tanggal 17 April 2011).
Hal yang juga jangan dilupakan
adalah keselamatan dalam berkendara. Pakailah helm dan pengaman (decker)
agar terhindar dari cedera. Banyak pengendara sepeda yang tidak menganggap
penting atribut-atribut dalam bersepeda. Namun sebenarnya semua itu merupakan
sesuatu yang vital. Terlebih bila bersepeda di tengah jalan raya yang terdiri
dari mobil dan kendaraan bermotor lainnya. Akan lebih aman bila kita melengkapi
diri dengan berbagai pengaman dalam mengendarai sepeda.
Selain manfaat bagi kesehatan
diri, kegiatan bersepeda juga berdampak terhadap aspek lingkungan. Apabila
dilakukan secara rutin dan beramai-ramai, polusi udara pun akan terkurangi.
Terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah perkotaan. Tapi hal ini pun
mengandung risiko, sebab kemungkinan terpapar polusi akan menjadi mudah bagi
pengendara sepeda. Belum lagi risiko kecelakaan lalu lintas. Akan tetapi
agaknya hal itu tidak perlu dipusingkan lagi. Menurut jurnal penelitian Environmental
Health Perspective, yang dikeluarkan Universitas Utrecht, Belanda, tahun
2010 menyebutkan, manfaat yang diperoleh dari kegiatan bersepeda di kota-kota
jauh lebih besar, apabila dibandingkan dengan risiko kecelakaan dan polusi yang
didapat. Asalkan kita bersikap hati-hati dan mengindahkan peraturan lalu
lintas, niscaya keselamatan diri pun akan tetap terjaga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar