Dalam dunia internet sekarang
ini kita menemukan sebuah fenomena yang bernama Haters.
Fenomena ini disebut sebagai fenomena tukang benci. Biasanya ini merebak pada
suatu yang populer dan dalam dunia entertainment. Walau saya menduga bahwa hal
ini tidak terbatas pada masalah entertainment saja. Saya juga menduga bahwa
fenomena ini tidak muncul sekarang saja, bisa jadi hal ini sudah ada sejak
dahulu kala, seperti banyak hal.
Haters
adalah sekelompok orang yang sangat berdedikasi dalam membenci sesuatu.
Dedikasi dan niat sangat diperlukan. Ini karena dengan membenci sesuatu saja
tidak cukup untuk menjadi haters. Jika demikian seseorang yang sekedar tidak
suka dan menyimpannya dalam hati tidak bisa dikatakan dalam tahap benci. Lebih
kepada tidak suka secara sewajarnya. Jika suatu acara tidak disukai maka dia cukup
dengan tidak melihatnya atau setidaknya memperingatkan orang-orang lain untuk
tidak menonton acara itu karena acara itu sangat buruk.
Ekspresi kebencian secara publik
Haters berusaha lebih dari itu.
Dia mengekspersikan kebenciannya di muka umum, membentuk grup bahkan web yang
berdedikasi untuk membenci. Kesungguhan dan dedikasi mereka menjadikan mereka
haters sejati. Mereka juga mengekspersikan ketidaksukaannya secara vulgar.
Seperti halnya Fans maka kebalikan mereka adalah Haters. Sumber kebencian mereka
kadangkala tidak rasional. Mereka kadang menggunakan argumen-argumen yang tidak
masuk akal dan kata-kata mereka bertujuan untuk menyakiti.
Yang mengagumkan mereka bisa membuat kelompok yang
cukup baik. Bahkan memiliki alamat web sendiri. Ini bukanlah hal yang baru. Kebencian
merupakan salah satu alat yang kuat dalam mempersatukan orang.
Orang bisa berkumpul dalam kesuakaannya terhadap sesuatu maka begitu pula
dengan benci.
Kebencian bisa membuat kelompok
lebih solid. Kelompok yang memiliki musuh bersama memiliki tingkat solidaritas
yang lebih tinggi sebagai kelompok. Di dalam kelompok ini seseorang menjadi
sesuatu bagian dari massa kelompok pembenci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar