Rabu, 21 Desember 2016
14:10
Editor: Endah Wijayant
Vemale.com - Moms, seberapa sering kita
marah-marah pada anak? Memang kita bukan orang tua yang sempurna. Terkadang
bisa begitu emosi dan meluapkan amarah langsung pada anak-anak. Tapi tahukah
apa yang terjadi pada tumbuh kembang anak yang orang tuanya sering marah-marah?
Sebelum kita bahas soal dampak yang
terjadi pada anak, ada baiknya kita melakukan introspeksi dulu. Sebenarnya apa
dan kenapa sih kita gampang marah? Rupanya memang orang tua bisa gampang marah
jika anaknya tak memenuhi harapan atau sesuatu yang diinginkannya. Saat anak
tak melakukan sesuatu yang sesuai harapan kita atau mereka melakukan sebuah
kesalahan, saat itulah emosi kita akan terpancing. Kalau tak pintar-pintar
mengendalikan emosi, kita bisa langsung meledak dan marah saat itu juga.
Sebaiknya dari sekarang kita lebih
hati-hati soal mengendalikan emosi. Jangan gampang marah atau meledak-ledak.
Karena emosi kita bisa berdampak pada tumbuh kembang dan kepribadian anak
Seperti
yang dilansir oleh lakesideconnect.com, dalam penelitian di When
Anger Hurts Your Child, ditemukan sejumlah hal berikut ini:
- Anak yang orang tuanya sering marah-marah bisa tumbuh jadi anak yang lebih agresif dan bandel.
- Rasa empati anak pun bisa berkurang bila orang tuanya sering marah-marah.
- Anak yang orang tuanya pemarah kurang memiliki kemampuan beradaptasi yang baik.
- Orang tua yang pemarah bisa membuat anak gampang terjerumus pada tindak kenakalan.
- Dalam jangka panjang, anak bisa tumbuh menjadi orang yang gampang depresi, suka mengucilkan diri, dan memiliki kemampuan ekonomi serta karier yang buruk.
Orang tua adalah panutan anak. Apa yang
kita tunjukkan dan tampilkan bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak. Kalau kita
sering marah-marah, maka tumbuh kembang mereka pun akan kena dampaknya.
Yuk, dari sekarang kita lebih
berhati-hati lagi dalam mengendalikan emosi. Tak semua hal bisa diselesaikan
dengan marah-marah atau teriakan. Mendidik anak juga tak harus selalu dengan
menggunakan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar