Di
masa ketika Eropa terbelakang di bidang kedokteran, astronomi,
matematika, dan di banyak bidang lain, kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu
pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan hebat dalam membangun.
Dialog-dialog
ini berawal dengan pernyataan bahwa tiga agama monoteisme (Islam, Yahudi, dan
Nasrani) memiliki pijakan awal yang sama dan dapat bertemu pada satu titik yang
sama. Dialog-dialog seperti ini telah sangat berhasil dan membuahkan kedekatan
hubungan yang penting, khususnya antara umat Nasrani dan Muslim. Ketiga agama
yang meyakini satu Tuhan tersebut memiliki keyakinan yang sama dan nilai-nilai
moral yang sama. Yaitu sebuah zaman yang di dalamnya, insya Allah, Islam akan
memperoleh kedudukan penting dan ajaran akhlak Al Qur’an akan tersebar luas.
Penting untuk dipahami, perkembangan yang sangat penting ini telah dikabarkan
dalam Al Qur’an 14 abad yang lalu:
[Tanah]
akan mengeluarkan panennya dan tidak akan menahan apa pun dan kekayaan di masa
itu akan berlimpah.
Bumi
akan mengeluarkan semua yang tumbuh, dan langit akan menumpahkan hujan dalam
jumlah berlimpah. Disebabkan seluruh kebaikan yang akan Allah curahkan kepada
penduduk bumi, orang-orang yang masih hidup berharap bahwa mereka yang telah
meninggal dunia dapat hidup kembali.
Bumi
akan diliputi oleh kesetaraan dan keadilan sebagaimana sebelumnya yang diliputi
oleh penindasan dan kezaliman.
Ia
akan memusnahkan paham-paham yang tidak mengenal Tuhan dan menghentikan
kezaliman yang merajalela. Kebangkitan Islam yang sedang dialami dunia saat
ini, serta peran Turki di era baru merupakan tanda-tanda penting bahwa masa
yang dikabarkan dalam Al Qur’an dan dalam hadits Nabi kita sangatlah dekat.
Besar harapan kita bahwa Allah akan memperkenankan kita menyaksikan masa yang
penuh berkah ini.[Ai]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar