Pendidikan Kewarganegaraan
merupakan salah satu materi yang selalu dipelajari baik tingkat SMP, SMA,
maupun perguruan tinggi. Hal ini dimaksudkan agar para anak negeri tercinta
memiliki rasa cinta tana air yang sangat besar sehingga diharapkan dapat
memajukan negara. Akan tetapi mata pelajaran yang satu ini kurang digemari oleh
para pelajar.
Tengok saja para
petinggi-petinggi negara yang rata-rata memiliki tingkat keceradasan di atas
rata-rata akan tetapi berbanding terbalik dengan aklhlak mereka. Bayangkan saja
Indonesia merupakan negara dengan tingkat korupsi cukup besar.
Entah apa yang terjadi dengan
bangsa ini, kita telah diwarisi sebuah negara yang kaya dengan pengorbanan jiwa
dan raga para pejuang selama ratusan tahun. Tetesan dara para pejuang kini
dinodai oleh para-para cendikia bangsa yang tidak mengenal rasa puas dengan
penghasilan mereka.
Tengok saja bermunculan para
tikus-tikus yang menggerogoti uang rakyat, uang yang harusnya digunakan untuk
kepentingan rakyat malah diambil oleh para koruptor-koruptor yang dengan
santainya dan tanpa rasa bersalah tersenyum serta tertawa di atas penderitaan
rakyat kecil.
Mau jadi apa negara ini, jika
suatu kelak para cendekia-cendekia kita memiliki perilaku layaknya tikus yang
menggeorgoti lumbung padi para petani.
Pemerintah sudah mengambil
beberapa kebijaksanaa agar suatu kelak para anak bangsa bisa menjadi manusia
yang berakhlak dan para anak bangsa ini diharapkan ketika suatu kelak duduk
dipemerintaha bisa bekerja secaa jujur sesuai yang telah diajarkan di
sekolah-sekolah mereka. Salah satu kebijaksanaan yang dilakukan pemerintah
adalah pendidikan karakter bangsa. Dihrapkan pendidikan di Indonesia bisa lebih
meningkat khususnya pada karakter anak bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar