Rabu, 30 November 2016

Filsafat Pendidikan


A. PENGERTIAN
Apa Filsafat Pendidikan itu ?
      Filsafat Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensni manusiawi peserta didik baik potensi fisik , potensi cipta, rasa, maupun juga karsanya. Ahar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar Pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan Universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan, organis, harmonis, dinamis. Gina untuk mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan. 
Ada Juga pengertian Filsafat Pendidikan Menurut Para Ahli, sebagai berikut :
1. Menurut Al-Syaibay (1797:36), Filsafat Pendidikan adalah aktivitas pikiran yang teratur yang menjadikan filsafat sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan dan memadukan proses pendidikan. Artinya, filsafat pendidikan dapat menjelaskan nilai-nilai yang maklumat-maklumat diupayakan untuk mencapinya. Fuilsafat Pendidikan juga dapat di definisikayang n sebagai kaidah filosofi dalam bidang pendidikan yang menggambarkan aspek falsafah umum. 
2. Menurut Jhon Dewey, Filsafat pendidikan merupakan suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental. baik menyangkut daya fikir (intelektual) maupun daya perasaan (emosional) menuju tabiat manusia.
3. Menurut Thompson, Filsafat artinya melihat suatu masalah secara total dengan tanpa ada batasan atau implikasinya, ia tidak hanya melihat tujuan, metode atau alat-alatnya, tetapi juga meneliti masalah dengan seksama hal-hal yang dimaksud.
Filsafat Pendidikan juga mempunyai beberapa aliran, diantaranya sebagai 
________________________________________
berikut :
• Aliran Perenisalisme
     Perenialisme diambil dari kata Perennial, yang dalam Oxford Advanced Learner's Dictionary of Current English diartikan sebagai "Continuing Throughiut the whole year" atau "Lasting for a very long time" abadi atau kekal. Dari makna yang terkandung dalam kata iru, aliran perenialisme mengandung kepercayaan filsafat yang berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang bersifat kekal abadi.
• Aliran Progresivisme
   Progressivisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi masalah yang menekan atau mengecam adanya manusia itu sendiri. Aliran Progressivisme mengakui dan berusaha mengembangakan asas Progressivisme dalam semua realitas, terutama dalam kehidupan adalah tetap survive terhadap semua tantangan hidup manusia, harus praktis dalam melihat segala sesuatu dari segi keagungannya. Berhubungan dengan itu progressivisme kurang menyetujui adanya pendidikan yang bercorak otoriter, baik yang timbul pada zaman dahulu maupun pada zaman sekarang
• Aliran Eensialisme
      Aliran Filsafat Esensialisme adalah suatu aliran filsafat yang menginginkan agar manusia kembali kepada kebudayaan lama. Mereka beranggapan bahwa kebudayaan lama itu telah banyak memperbuat kebaikan-kebaikan untuk umat manusia.
• Aliran Rekontruksionisme
      Kata Rekontruksionisme berasal dari bahasa inggris Reconstruct yang berarti menyusun kembali. Dalam konteks filsafat pendidikan, aliran rekontruksionisme merupakan suatu aliran yang berusaha merombak tata susunan lama dengan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern. 

B. SUBJEK/OBJEK FILSAFAT PENDIDIKAN

     Subjek Filsafat adalah seseorang yang berfikir / memikirkan hakekat sesuatu dengan sungguh-sungguh dan mendalam. seperti halnya pengetahuan, maka filsafat pun ada beberapa objek yang dikaji oleh filsafat. Diantaraya adalah sebagai berikut :

Objek Material yaitu segala sesuatu yang relitas:
• Ada yang harus ada, disebut dengan absoluth / mutlak yaitu Tuhan Pencipta
• Ada yang tidak harus ada, disebut dengan tidak mutlak, ada yang relatif (nisby), bersifat tidak kekal yaitu ada yang diciptakan oleh ada yang mutlak (Tuhan Pencipta alam semesta).
Objek Formal/Sudut Pandang :
• Filsafat itu dapat dikatakan bersifat non-pragmentaris, karena dilsafat mencari pengertian realitas secara luas dan mendalam.
• sebagai konsekuensi pemikiran ini, maka seluruh pengalaman manusia dalam semua instansi yaitu etika, estetika, teknik, ekonomi, sosial, budaya, religius, dan lain-lain haruslah dibawa kepada filsafat dalam pengertian realita.

C. RUANG LINGKUP

Para ahli mengatakan bahwa ruang lingkup filsafat yaitu sebagai berikut :
• Tentang hal mengerti, syarat-syaratnya dan metode-metodenya.
• Tentang ada dan tidak ada.
• Tentang alam, dunia, dan seisinya.
• Menentukan apa yang baik dan apa yang buruk.
• Hakikat manusia dan hubungannya dengan sesama makhluk hidup lainnya.
• Tuhan tidak dikecualikan 
     Filsafat itu erat hubungan nya dengan pengetahuan biasa, tetapi mengarasinya karena dilakukan dengan cara ilmiah dan mempertanggung jawabkan jawaban-jawaban yang diberikan








Tidak ada komentar:

Posting Komentar