A. PENGERTIAN
Apa
Filsafat Pendidikan itu ?
Filsafat Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensni
manusiawi peserta didik baik potensi fisik , potensi cipta, rasa, maupun juga
karsanya. Ahar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan
hidupnya. Dasar Pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan Universal. Pendidikan
bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan, organis, harmonis,
dinamis. Gina untuk mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan
adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah
pendidikan.
Ada
Juga pengertian Filsafat Pendidikan Menurut Para Ahli, sebagai berikut :
1.
Menurut Al-Syaibay (1797:36), Filsafat Pendidikan adalah aktivitas pikiran yang
teratur yang menjadikan filsafat sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan
dan memadukan proses pendidikan. Artinya, filsafat pendidikan dapat menjelaskan
nilai-nilai yang maklumat-maklumat diupayakan untuk mencapinya. Fuilsafat
Pendidikan juga dapat di definisikayang n sebagai kaidah filosofi dalam bidang
pendidikan yang menggambarkan aspek falsafah umum.
2.
Menurut Jhon Dewey, Filsafat pendidikan merupakan suatu pembentukan kemampuan
dasar yang fundamental. baik menyangkut daya fikir (intelektual) maupun daya
perasaan (emosional) menuju tabiat manusia.
3.
Menurut Thompson, Filsafat artinya melihat suatu masalah secara total dengan
tanpa ada batasan atau implikasinya, ia tidak hanya melihat tujuan, metode atau
alat-alatnya, tetapi juga meneliti masalah dengan seksama hal-hal yang
dimaksud.
Filsafat
Pendidikan juga mempunyai beberapa aliran, diantaranya sebagai
________________________________________
berikut
:
•
Aliran Perenisalisme
Perenialisme diambil dari kata Perennial, yang dalam Oxford
Advanced Learner's Dictionary of Current English diartikan sebagai
"Continuing Throughiut the whole year" atau "Lasting for a very
long time" abadi atau kekal. Dari makna yang terkandung dalam kata iru,
aliran perenialisme mengandung kepercayaan filsafat yang berpegang pada
nilai-nilai dan norma-norma yang bersifat kekal abadi.
•
Aliran Progresivisme
Progressivisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan
kepercayaan bahwa manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan
dapat menghadapi masalah yang menekan atau mengecam adanya manusia itu sendiri.
Aliran Progressivisme mengakui dan berusaha mengembangakan asas Progressivisme
dalam semua realitas, terutama dalam kehidupan adalah tetap survive terhadap
semua tantangan hidup manusia, harus praktis dalam melihat segala sesuatu dari
segi keagungannya. Berhubungan dengan itu progressivisme kurang menyetujui
adanya pendidikan yang bercorak otoriter, baik yang timbul pada zaman dahulu
maupun pada zaman sekarang
•
Aliran Eensialisme
Aliran Filsafat Esensialisme adalah suatu aliran filsafat yang
menginginkan agar manusia kembali kepada kebudayaan lama. Mereka beranggapan
bahwa kebudayaan lama itu telah banyak memperbuat kebaikan-kebaikan untuk umat
manusia.
•
Aliran Rekontruksionisme
Kata Rekontruksionisme berasal dari bahasa inggris Reconstruct
yang berarti menyusun kembali. Dalam konteks filsafat pendidikan, aliran
rekontruksionisme merupakan suatu aliran yang berusaha merombak tata susunan
lama dengan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern.
B.
SUBJEK/OBJEK FILSAFAT PENDIDIKAN
Subjek Filsafat adalah seseorang yang berfikir / memikirkan
hakekat sesuatu dengan sungguh-sungguh dan mendalam. seperti halnya
pengetahuan, maka filsafat pun ada beberapa objek yang dikaji oleh filsafat.
Diantaraya adalah sebagai berikut :
Objek
Material yaitu segala sesuatu yang relitas:
•
Ada yang harus ada, disebut dengan absoluth / mutlak yaitu Tuhan Pencipta
•
Ada yang tidak harus ada, disebut dengan tidak mutlak, ada yang relatif (nisby),
bersifat tidak kekal yaitu ada yang diciptakan oleh ada yang mutlak (Tuhan
Pencipta alam semesta).
Objek
Formal/Sudut Pandang :
•
Filsafat itu dapat dikatakan bersifat non-pragmentaris, karena dilsafat mencari
pengertian realitas secara luas dan mendalam.
•
sebagai konsekuensi pemikiran ini, maka seluruh pengalaman manusia dalam semua
instansi yaitu etika, estetika, teknik, ekonomi, sosial, budaya, religius, dan
lain-lain haruslah dibawa kepada filsafat dalam pengertian realita.
C.
RUANG LINGKUP
Para
ahli mengatakan bahwa ruang lingkup filsafat yaitu sebagai berikut :
•
Tentang hal mengerti, syarat-syaratnya dan metode-metodenya.
•
Tentang ada dan tidak ada.
•
Tentang alam, dunia, dan seisinya.
•
Menentukan apa yang baik dan apa yang buruk.
•
Hakikat manusia dan hubungannya dengan sesama makhluk hidup lainnya.
•
Tuhan tidak dikecualikan
Filsafat itu erat hubungan nya dengan pengetahuan biasa, tetapi
mengarasinya karena dilakukan dengan cara ilmiah dan mempertanggung jawabkan
jawaban-jawaban yang diberikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar