Cara Asyik Belajar Filsafat
Pengertian Filsafat
Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab
yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio.
Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan
konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan
sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala
sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh
dengan segala hubungan.Itulah definisi filsafat secara umum.Ada pula filsafat
pendidikan,dimana definisi dari filsafat pendidikan itu sendiri adalah upaya
mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi
fisik,potensi cipta,rasa,maupun juga karsanya.Akar potensi itu menjadi nyata
dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar Pendidikan adalah
cita-cita kemanusiaan Universal.Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam
keseimbangan, kesatuan, organis, harmonis, dinamis. Guna untuk mencapai tujuan
hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam
studi mengenai masalah-masalah pendidikan.
Dalam kesempatan kali ini,saya akan membahas
hal-hal yang di kira menarik dari persoalan filsafat yang di kemas secara
berkaitan satu sama lain.
Mengenal Immanuel Kant dan Pokok Pemikirannya
Di dalam dunia ilmu filsafat
terdapat satu tokoh yang sangat terkenal yaitu Immanuel Kant, Filsuf barat
dengan gelar raksasa pemikir Eropa, mengatakan filsafat adalah ilmu pokok dan
pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan. Dilihat
dari riwayat hidupnya, Immanuel Kant adalah seseorang
yang sederhana. Selama hidupnya Kant menetap di Prusia dan
mengalami masa peperangan tujuh tahun sewaktu Rusia menaklukkan Prusia
Timur. Ia juga hidup dalam masa revolusi Perancis dan masa kejayaan
Napoleon.
Selama hidupnya jarang sekali
ia bepergian lebih dari 70 km dari tempat tinggalnya. Immanuel Kant dilahirkan
di Koenigsberg, suatu kota di Prusia Timur, Jerman pada tanggal 22 April 1724,
dari keluarga pembuat dan penjual alat-alat dari kulit untuk keperluan
menunggang kuda. Semula namanya ditulis dengan Cant, tetapi karena adanya
perubahan ejaan yang menentukan bahwa huruf C juga dibaca seperti S, maka untuk
tidak membuat meragukan orang yang mengenalnya, nama itu ditulis seperti yang
dikenal orang sekarang. Perubahan itu telah terjadi pada zaman neneknya.
Perhatian bagi hal-hal kecil semacam itu antara lain yang mempengaruhi sikap
hidup Kant yang serba teliti lebih-lebih dalam hal pembagian waktu, sampai ia
terkenal sebagai seorang profesor yang bekerja menurut waktu yang telah
ditentukannya.
Kehidupannya sebagai filsuf di bagi
dalam dua periode: zaman pra-kritis dan zaman kritis. Pada zaman pra-kritis ia
menganut pendirian rasionalis yangdilancarkan oleh Wolft. Tetapi karena
terpengaruh oleh Hume berangsur-angsur Kant meninggalkan rasionalisme. Ia
sendiri mengatakan bahwa Hume itulah yang membangunkannya dari tidur
dogmatisnya. Pada zaman kritisnya, kant merubah wajah filsafatnya secara
radikal. Ia menanamkan filsafatnya sekaligus mempertanggungkannya dengan
dogmatisme.
Tiga Pokok Pemikiran Immanuel Kant
Immanuel Kant seorang filsuf
termasyhur dari Jerman memiliki tiga pokok pemikiran yang harus diketahui
terlebih dahulu, dikarenakan pemikirannya begitu original dan terlihat berbeda
dari pemikiran para filsuf sebelumnya terutama berangkat dari filsuf Inggris
bernama David Hume. Berikut ini pokok pemikirnnya:
- Panca indera, akal budi dan rasio. Kita sudah tahu tentang arti empirisme yang mementingkan pengalaman inderawi dalam memperoleh pengetahuan dan rasionalisme yang mengedepankan penggunaan rasio dalam memperoleh pengetahuan, tetapi rasio yang kita ketahui adalah sama dengan akal dan logis, namun Kant memberi definisi berbeda. Pada Kant istilah rasio memiliki arti yang baru, bukan lagi sebagai langsung kepada pemikiran, tetapi sebagai sesuatu yang ada “di belakang” akal budidan pengalaman inderawi. Dari sini dapat dipilah bahwa ada tiga unsur yaitu akal budi (Verstand), rasio (Vernunft) dan pengalaman inderawi.
- Dalam filsafatnya Kant mencoba untuk mensinergikan antara rasionalisme dan empirisme. Ia bertujuan untuk membuktikan bahwa sumber pengetahuan itu diperoleh tidak hanya dari satu unsur saja melainkan dari dua unsur yaitu pengalaman inderawi dan akal budi. Pengetahuan a-priori merupakan jenis pengetahuan yang datang lebih dulu sebelum dialami, seperti misalnya pengetahuan akan bahaya, sedankan a-posteriori sebaliknya yaitu dialami dulu baru mengerti misalnya dalam menyelesaikan Rubix Cube. Kalau salah satunya saja yang dipakai misalnya hanya empirisme saja atau rasionalisme saja maka pengetahuan yang diperoleh tidaklah sempurna bahkan bisa berlawanan. Filsafat Kant menyebutkan bahwa pengetahuan merupakan gabungan (sintesis) antara keduanya.
- Dari sini timbullah bahwa Kant adalah seorang Kopernikan dalam bidang filsafat. Sebelum Kant, filsafat hampir selalu memandang bahwa orang (subjek) yang mengamati objek, tertuju pada objek, penelitian objek dan sebagainya. Kant memberikan arah yang sama sekali baru, merupakan kebalikan dari filsafat sebelumnya yaitu bahwa objeklah yang harus mengarahkan diri kepada subjek. Kant dapat dikatakan sebagai seorang revolusioner karena dalam ranah Filsafat Immanuel Kant pengetahuan ia tidak memulai pengetahuan dari objek yang ada tetapi dari yang lebih dekat terlebih dahulu yaitu si pengamat objek (subjek). Dengan ini tambah lagi salah satu fungsi filsafat yaitu membongkar pemikiran yang sudah dianggap mapan dan merekonstruksikannya kembali menjadi satu yang fresh, logis, dan berpengaruh.
Pemikiran Kritisisme Immanuel Kant
Filsafat yang dikenal dengan kritisisme adalah filsafat yang diintrodusir oleh
Immanuel kant. Kritisisme adalah filsafat yang memulai perjalanannya dengan
terlebih dahulu menyelidiki kemampuan dan batas-batas rasio. Perkembangan ilmu
Immanuel Kant mencoba untuk menjebatani pandangan Rasionalisme dan Empirisisme,
teori dalam aliran filsafat Kritisisme adalah sebuah teori pengetahuan yang
berusaha untuk mempersatukan kedua macam unsur dari filsafat Rasionalisme dan
disini kekuatan kritis filsafat sangatlah penting, karena ia bisa menghindari
kemungkinan ilmu pengetahuan menjadi sebuah dogma. Filsafat ini memulai
pelajarannya dengan menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber
pengetahuan manusia. Oleh karena itu, kritisisme sangat berbeda dengan corak
filsafat modern sebelumnya yang mempercayai kemampuan rasio secara mutlak. Isi
utama dari kritisisme adalah gagasan Immanuel Kant tentang teori
pengetahuan, etika dan estetika. Gagasan ini muncul karena adanya
pertanyaan-pertanyaan mendasar yang timbul pada pemikiran Immanuel Kant.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Apakah
yang dapat kita ketahui?
2. Apakah
yang boleh kita lakukan?
3. Sampai di
manakah pengharapan kita?
4. Apakah
manusia itu?
Ciri-ciri kritisisme dapat
disimpulkan dalam tiga hal:
- Menganggap bahwa objek pengenalan itu berpusat pada subjek dan bukan pada objek.
- Menegaskan keterbatasan kemampuan rasio manusia untuk mengetahui realitas atau hakikat sesuatu; rasio hanyalah mampu menjangkau gejalanya atau fenomenanya saja.
- Menjelaskan bahwa pengenalan manusia atas sesuatu itu diperoleh atas perpaduan antara peranan unsur anaximanesa priori yang berasal dari rasio serta berupa ruang dan waktu dan peranan unsur aposteriori yang berasal dari pengalaman yang berupa materi.
Selain beberapa hal terebut di atas
Immanuel Kant terkenal dengan 12 Kategori Kant. Apa saja yang termasuk, berikut
ini adalah 12 kategori Kant:
1.
Unitas
- Pluralitas
- Tolalitas
- Realitas
- Negasi
- Pembatasan
- Inheren dan Penghidupan (Substansi dan Aksiden)
- Kausalitas dan Ketergantungan ( Sebab dan Akibat)
- Pertukaran antara komunitas antara Agen dan Pasien
- Kemungkinan – kemustahilan
- Eksistensi dan Noneksistensi
- Pendelegasian kepentingan
Permasalahan
Filsafat
Secara Umum terbagi menjadi tiga;
- Ontologi, yaitu mengkaji hakikat segala sesuatu, terbagi 2:
1)
Kualitas;
a.
Monisme,
asal lam terdiri dari satu unsur
(mono=satu). Thales dari air, Anaximandros dari apairon,
Anaximenes dari udara, Democritos dari tanah.
b.
Dualisme,
yang mengatakan alam semesta terdiri dari dua unsur yaitu materi dan roh.
Tokohnya Anaxagoras dan Aristolteles.
c.
Pluralisme, alam semesta terdiri dari empat unsur;
air, angin, api, tanah. Tokohnya Empedokles, Leukippos.
2)
Kualitas
Pandangan
ini membicarakan bagaimana alam berproses, dalam kaitannya muncul 4 teori:
-
Mekanisme,
yang mengatakan bahwa segala sesuatu berproses secara mekanik.
-
Teleologi,
mengatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam raya berproses menuju
suatu tujuan, yaitu Tuhan.
-
Determinisme,
kejadian di alam iniberproses melalui suatu ketentuan yang telah ditetapkan
sebelumnya, baik oleh hukum alam maupun oleh Tuhan
-
Indeterminisme,
segala kejadian di alam ini berlangsung secara bebas, tanpa kendali tertentu
dari Tuhan atau kekuatannya.
2.
Epistimologi
,yaitu membicarakan pembahasan mengenai metode yang di gunakan untuk mendapatkn
pengetahuan, ada 2 hal ;
a.
Hakikat
pengetahuan, muncul 2 pandangan;
- realisme, yaitu pengetahuan manusia
riil adanya dalam kehidupan.
- idealisme, yaitu hakikat ilmu
pengetahuan tidak terdapat dalam dunia riil, melainkan konsep ideal atau dunia
ide-ide.
b. Sumber Pengetahuan, muncul 3 pandangan;
- rasionalisme,
mengatakan bahwa sumber pengetahuan muncul dari rasio (akal) manusia.
- Empirisme,
sumber pengetahuan adalah indera manusia.
- Kritisme,
pengetahuan manusia bersumber dari luar diri manusia, yaitu Tuhan.
3. Aksiologi,
terbagi menjadi 6 pandangan ;
- naturalisme, yang menyatakan ukuran baik buruk ialah sesuai tidaknya perbuatan tersebut sesuai dengan fitrah (natura) manusia.
- Hedonisme, yang menyatakan bahwa ukuran baik buruk ialah sejauh mana suatu perbuatan mendatangkan kenikmatan (hedone) bagi manusia.
- Vitalisme, ukuran baik buruk ditentukan oleh sejauh mana suatu perbuatan tersebut dapat mendorong manusia untuk hidup lebih maju.
- Ultitarianisme, Ukuran baik buruk ditentukan oleh ada tidaknya suatu perbuatan mendatangkan manfaat bagi manusia.
- Idealisme, ukuran baik buruk ditentukan oleh sesuai tidaknya sesuatu perbuatan dengan konsep ideal (rancang bangun) pikiran manusia.
- Teologis, baik buruknya suatu perbuatan ditentukan oleh sesuai tidaknya suatu perbuatan dengan ketentuan agama (teos=Tuhan, agama)
Berdasarkan Mata
Kuliah yang di kontrak di semester tiga ini yaitu Filsafat Pendidikan terdapat
kaitan nya dengan ilmu.Adapun hubungan dari keduanya adalah sebagai berikut :
Seperti yang telah
di jelaskan di atas bahwa filsafat pendidikan merupakan upaya mengembangkan
potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik,potensi
cipta,rasa,maupun juga karsanya. Sedangkan ilmu adalah sistem dari berbagai
pengetahuan yang masing-masing mengenai suatu pengalaman tertentu yang disusun
melalui sistem tertentu, sehingga menjadi suatu kesatuan.
Ilmu mencari
kebenaran dengan cara penyelidikan (riset) sesuai dengan eksistensinya yang
berhubungan dengan alam empiris. Dalam penyelidikan ilmu selalu mencari hukum sebab akibat. Sebagai hukum sebab
akibat maka kebenaranya pasti ada.
Dengan kata lain, filsafat pendidikan sangat erat kaitan nya dengan
pengetahuan bagaimana cara mengembangakan atau menjalankan potensi-potensi
manusiawi yang berada di ruang lingkup pendidikan seperti peserta
didik,guru,lembaga sekolah dan lain-lain. Sedang pengetahuan itu sendiri
merupakan sebuah hasil yang di dapatkan dari ilmu dan berbagai macam
pengetahuan tersebut di peroleh berdasarkan pengalaman ,pengajaran dan
lain-lain.
Selain itu, filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan yang berusaha
mencapai kebenaran yang asli, karena kebenaran mutlak di tangan Tuhan atau dengan
singkat dikatakan pengetahuan tentang segala yang ada. Jadi ketika kita
berfilsafat dalam hal pendidikan ingatlah pada apa yang mendasari ilmu filsafat
tentang mencari segala sesuatu tentang kebenaran nya. Mampu berpikir sistematis
dan kritis untuk memperoleh kebenaran.
Manusia akan mampu berfilsafat dan menjadi seorang filsuf apabila dia
bisa menggunakan aturan main dalam berfilsafat yaitu : Berpikir logis,
sistematis, radikal, dan universal.
Oleh karena itu munculah pengharapan pada manusia tentang apa yang di
harapkan dari suatu pendidikan yang menghasilkan sebuah pengetahuan dari ilmu
yang di dapat.
Manusia adalah makhluk hidup yang paling sempurna di bandingkan dengan
makhluk yan lain nya. Hal ini di karenakan manusia mempunyai akal dan pikiran. Selain
itu, manusia memiliki kelebihan dan potensi yang baik dalam menjalankan hidup
nya. Dengan akalnya manusia mampu. berpikir, dengan pikirannya memperoleh
pengetahuan, dengan pengetahuannya manusia memiliki ilmu, dengan ilmunya
manusia mampu berpikir rasional, logis dan sistematis.
Terdapat
beberapa kriteria manusia, yaitu :
- Memiliki rasa ingin tahu, maka diaktuakisasikan dalam bentuk bertanya.
- Melalui rasio maka manusia memberikan jawaban terhadap aneka pertanyaan
- Manusia bertanya, manusia pula menjawab
- Manusialah yang benar-benar bereksistensi karena memiliki kesadaran dan otonomi dirinya.
Dengan kata
lain :
§ Malalui akalnya manusia mampu menyamai makhluk lain.
§ Burung terbang tinggi, manusia terbang dengan pesawat ciptaannya.
§ Angsa bisa berenang ke ujung pulau, manusia berenang dengan kapal Feri
ciptaannya.
§ Ikan mampu menembus dasar lautan, manusia menembus lautan dengan kapal
selam ciptaannya.
Lalu, apa saja yang di jadikan pengharapan bagi manusia ?
Pada dasarnya manusia memiliki tujuan hidup masing-masing, contohnya
Mencapai kesuksesan dunia dan akhirat. Tentunya, untuk mendapatkan hal
tersebut manusia harus melewati proses dengan berbagai cara kehidupan. Tiga
poin penting dalam kehidupan manusia yaitu : umur, rizky dan jodoh merupakan
hal mutlak yang telah di tentukan oleh Tuhan pada masing-masing setiap manusia
sebelum manusia itu sendiri terlahir ke dunia. Terlepas dari itu, manusia masih
bisa merubah “takdir” yang telah di tentukan seperti berusaha keras dalam
mencari rizky demi pencapaian maksimal, usaha dalam mencari pasangan hidup yang
lebih baik dan menjaga pola hidup demi terbetuknya pola hidup sehat agar
manusia meiliki umur yang panjang
Persoalan yang mendasar pada manusia adalah keinginan dan kebutuhan.
Keinginan manusia yang tiada batas seolah-olah tidak memiliki puncak akhir dari
segala apa yang di inginkan. Pendapat yang selalu melekat pada manusia bahwa
“manusia tidak ada puas nya” memang benar adanya. Karena setiap kali manusia
mencapai suatu hal, dia akan terus berambisi untuk mendapatkan keinginan yang
lain. Begitu juga dengan kebutuhan, manusia memiliki kebutuhan yang banyak
untuk menunjang kehidupan mereka
Oleh karena itu, manusia berharap dari keinginan dan kebutuhan tersebut
dapat terpenuhi sehingga menciptakan kehidupan yang sejahtera
Sumber :
Ohhhh ini toh blognyaa yistianah 😂😂
BalasHapus