Alan Kusumo Nugroho
Iklan sudah sangat akrab dengan
kehidupan manusia sehari-hari. Beragam iklan yang dilihat sepanjang hari di
berbagai media dengan bermacam produk yang ditawarkan. Iklan memiliki fungsi
untuk menyebarkan informasi tentang penawaran suatu produk, gagasan atau jasa.
Iklan berusaha memberikan informasi tentang keunggulan, kelebihan, manfaat dan
sifat yang diberikan produk, gagasan atau jasa yang dimaksudkan. Di sisi yang lain
iklan merupakan alat persuasi agar konsumen membeli atau menggunakan produk,
gagasan atau jasa tersebut.
Tidak dapat dipungkiri
keberadaan iklan selain sebagai sumber informasi, juga merupakan hiburan
tersendiri. Namun dengan banyaknya iklan yang mengepung dapat membuat
masyarakat tidak lagi peduli dengan penawaran maupun tampilan iklan yang
dikomunikasikan, kecuali, iklan itu lain daripada yang lain, ataupun sangat
kreatif sehingga dapat menarik perhatian dan membuat masyarakat teringat pada
iklan tersebut. Iklan dapat membantu mencapai sebagian besar sasaran
komunikasi.
Tayangan-tayangan iklan yang
menarik menjadikan pikiran masyarakat tertuju pada produk yg telah disampaikan.
Lalu berapa banyak iklan yang dapat menarik perhatian audiens setelah mengetahui
isi pesan dari iklan yang ditayangkan tersebut. Iklan memiliki pengaruh yang
sangat luar biasa terhadap audiens. Iklan adalah alat paling jitu untuk
memperkenalkan sebuah produk pada konsumen. Yang sebelumnya tidak tertarik
serta tidak mengetahui jadi tertarik akibat pengetahuan akan iklan tersebut.
Upaya untuk meningkatkan konsumsi secara massal melalui publikasi media massa
dalam bentuk iklan. Iklan yang ditayangkan dalam televisi bertujuan untuk
mengenalkan suatu produk baru pada masyarakat luas baik produk dalam negeri
maupun luar negeri.
Iklan sudah bukan barang baru
lagi dalam pertelevisian Indonesia. Bahkan iklan telah beranjak dari posisinya
yang hanya “jualan” menjadi bagian dari tontonan. Dengan durasi yang hanya
beberapa saat, iklan bagaikan sebuah drama pendek dengan berbagai tema
romantis, komedi, bahkan horor. Salah satu tayangan mendominasi layar kaca
adalah iklan-iklan kosmetik. Tidak terhitung banyaknya iklan yang mengangkat
tema seputar tubuh wanita ini. Mulai dari iklan shampo hingga iklan deodoran (http://gengbacok.blogspot.com/2008/03/wanita-dalam-gambaran-iklan-televisi.html,
akses 5 Agustus 2009).
Proses Tayangan Iklan Produk Kosmetik
Periklanan merupakan penggunaan
media bayaran oleh seorang penjual untuk mengkomunikasikan informasi persuasif
tentang produk (ide, barang, jasa). Sebelum membuat iklan yang menarik para
pembuat iklan harus menentukan dahulu Marketing Segmentation (segmentasi
pasar) adalah salah satu langkah dalam menetapkan dan mengarahkan pasar
tertentu. Dengan kata lain, suatu proses pembagian pasar kedalam kelompok
pembelian yang berbeda. Penyeleksian segemen sasaran adalah langkah pertama
yang penting menuju komunikasi pemasaran yang efektif dan efesien.
Setelah menentukan segmentasi
pasar, para pengiklan membuat iklan semenarik mungkin. Beberapa daya tarik bisa
digunakan untuk menjaring konsumen. Pesan yang akan disampaikan ke konsumen
harus tepat mengenai sasaran, oleh karena itu pesan yang akan disampaikan harus
mempunyai daya tarik tersendiri.
Daya tarik pesan untuk
periklanan yang baik berfokus pada suatu usulan penjualan inti. Menurut Twedt,
pesan dapat dibuat peringkat berdasarkan tingkat yang diinginkan, keeksklusifannya,
dan kepercayaannya. Pesan berdasarkan tingkat yang diinginkan maksudnya pesan
harus mengatakan sesuatu yang dinginkan atau menarik pada produk tersebut.
Pesan berdasarkan tingkat keeksklusifannya maksudnya pesan harus mengatakan
sesuatu yang eksklusif atau yang membedakan dan tidak terdapat pada sebuah merk
di dalam kategori yang sama. Pesan pada tingkat kepercayaan merupakan pesan
yang dapat dipercaya n dibuktikan (Sunyoto, 2005: 91).
Brand image dibangun
dengan menciptakan citra dari suatu produk sehingga konsumen bersedia membayar
lebih tinggi dan menganggapnya berbeda karena karena brand ini memancarkan
asosiasi citra tertentu. Para perancang image dari merek
berusaha memenuhi hasrat konsumen untuk menjadi bagian dari kelompok sosial
tertentu yang lebih besar dan dipandang terhormat oleh orang lain, atau untuk
mendefinisikan diri menurut citra yang diinginkannya.
Keberhasilan sebuah iklan tak
lepas dari model yang menawarkan produk tersebut, biasanya suatu produk lebih
cepat dikenal jika yang menjadi model iklan tersebut adalah figur orang
terkenal juga, misalnya bintang film, juara olahraga, penyanyi, artis sinetron
dan sebagainya. Kesulitannya untuk merangsang konsumen apakah konsumen tersebut
suka atau tidak dengan model yang membintangi iklan tersebut. Tugas seorang
model dalam hal ini adalah dia harus bisa mengkomunikasikan produk yang
ditawarkan lebih terasa berbeda dengan produk serupa n membuat semenarik
mungkin untuk menarik minat konsumen terhadap produk tersebut. Ekspresi model
dalam hal ini sangatlah berpengaruh sehingga pesan yang disampaikan oleh pihak
pemasar sampai kepada segmen yang dituju.
Penggunaan opinion leader
biasanya cukup efektif dalam membangun perasaan kesamaan dengan konsumen.
Manusia cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orang yang dianggap lebih
darinya. Misalnya dalam hal penggunaan kosmetik, konsumen cenderung meniru
tokoh yang diidolakan dalam hal kecantikan seperti artis sinetron yang cantik.
Bagi pemasar juga harus jeli dalam menentukan siapa tokoh yang akan dijadikan
sebagai modelnya nanti. Pemasar harus menegetahui tingkat aspirasi konsumen.
Jika konsumen mempunyai aspirasi bahwa wanita itu harus cantik dan anggun (http://www.bloggaul.com/ian87/readblog/22500/tugas-komunikasi-massa).
Daya tarik takut juga lebih
efektif digunakan untuk memperbaiki motivasi. Pengiklan memotivasi konsumen
untuk mengolah informasi, dan mengambil tindakan. Selain itu pengiklan meminta
daya tarik rasa takut dengan mengidentifikasi 2 hal, yaitu mengidentifikasi
konsekuensi negatif jika tidak menggunakan produk, serta mengidentifikasi
konsekuensi negatif jika menggunakannya dalam perilaku yang tidak aman
(Sunyoto, 2005: 96).
Daya tarik positif/ rasional berfokus
pada praktik, fungsi, atau kebutuhan konsumen secara optimal terhadap suatu
produk, yang menekankan pada manfaat atau alasan untuk mempunyai atau
menggunakan suatu merek (Sunyoto, 2005: 104).
Daya tarik emosional berhubungan
dengan kebutuhan psikologis konsumen untuk membeli suatu produk. Banyak
konsumen termotivasi untuk mengambil keputusan dan membeli suatu produk karena
emosi dan perasaan terhadap merek dan pernak-pernik produk tersebut (Sunyoto,
2005: 106).
Dasar dari semua proses di atas
adalah pesan yang terkandung dalam iklan. Pesan dalam iklan (baik teks maupun
gambar) dapat dibaca sebagai tanda atau sekumpulan tanda yang merupakan hasil
implementasi dari pesan yang akan disampaikan (penanda atau bentuk dan petanda
atau makna). Efektivitas pesan diterjemahkan dalam kalimat yang menyebutkan
bagaimana caranya menciptakan persepsi yang sama antara pengirim dan penerima
pesan. Yang kemudian dapat memberikan akibat berupa totemisme, yaitu perujukan
pada suatu benda atau merek untuk menemukan jati diri produk barang atau jasa
yang akan diperdagangkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar