Menimbah ilmu pendidikan menjadi
sesuatu yang sangat penting kita lakukan jika ingin hidup lebih baik. Mengenyam
pendidikan mulai dari Tk sampai perguruan tinggi merupakan impian setiap orang.
Pendidikan tinggi diharapkan mampu memberikan umpan balik positif terhadap
kehidupan setiap orang. Tapi tahukah anda? pendidikan tinggi bukanlah
satu-satunya faktor yang membuat hidup jadi lebih baik.
Tingkat pendidikan yang tinggi
terkadang membuat sebagian orang melihat diri jauh lebih baik, jauh lebih hebat
ketimbang orang yang memiliki pendidikan lebih rendah. Secara logika dasar
manusia hal itu memang benar kenyataannya, tapi hal itu sudah benar? apakah hl
itu sudah sesuai dengan hukum alam? apakah itu sudah benar di mata sang khalik?
Jadi jangan heran terkadang kita
sulit menerima kenyataan atau pendapat dari orang yang memiliki tingkat
pendidikan yang lebih rendah dari diri kita. Tapi hal itu bukan berarti orang
tersebut salah, sering terdengar ungkapan seperti ini, Saya salah bukan berarti
anda benar.
Apakah pendidikan tinggi menjamin
hidup kita jauh lebih baik? pendidikan tinggi bukanlah jaminan hidup jadi lebih
baik. Sama halnya dengan kekayaan, orang kaya belum tentu hidupnya lebih
bahagia ketimbang orang miskin dan begitupun sebaliknya. Lantas apa yang
menjadi tolok ukur untuk menilai hidup orang lebih baik ata tidak? pertanyaan
ini sama halnya ketika kita bertanya, siapa yang puasanya lebih baik? hal yang
sulit diukur, hal yang ambigu dan semua orang punya tanggapan dan pendapat
berbeda.
Baca : Artikel Pendidikan
Hidup lebih baik itu bagi admin
adalah hidup dengan bijaksana, menerima keadaan yang terjadi, bersyukur dan
berusaha untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Bukan
karena ingin terlihat hebat di mata orang lain tapi terus berusaha sampai titik
darah penghabisan walaupun terkadang orang lain menganggap kita bodoh, aneh dan
bahkan gila. Tapi hal itu ketika kita lakukan membuat hidup kita jauh lebih
nikmat, jauh lebih berarti, jauh lebih bermakna dan hidup kita berwarna. Hidup
hanya satu kali, gapai impian dan harapan kita karena kita adalah manusia yang
diciptakan untuk berjuang di muka bumi ini untuk persiapan di hari esok. Hari
di mana semuanya kekal abadi, hari di mana hasil perjuangan hari ini baru
terlihat. Hari di mana pendidikan tinggi tidak berharga, hari di mana hanya
orang-orang yang ingin jadi lebih baik menangis dan bersujud tanda kesyukuran
kepada Sang Khalik. [Ai]
Unsur-Unsur Pendidikan
kali
ini akan membahas unsur-unsur pendidikan, di sini akan dikupas secara
tuntas tentang unsur-unsur yang terdapat dalam pendidikan. Berikut unsur
-unsur pendidikan secara lengkap.
Dalam proses pendidikan melibatkan
banyak hal, yaitu :
1)
Subjek yang dibimbing (peserta didik).
Peserta
didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebut
demikian oleh karena peserta didik (tanpa pandang usia) adalah subjek atau
pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya. Selaku pribadi yang
memiliki ciri khas dan otonomi, ia ingin mengembangkan diri (mendidik diri)
secara terus menerus guna memecahkan masalah-masalah hidup yang dijumpai
sepanjang hidupnya
2)
Orang yang membimbing (pendidik).
Pendidik
ialah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan
sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga
lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan
masyarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan yaitu
orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran, pelatihan, dan masyarakat/organisasi.
3)
Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif).
Interaksi
edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antar peserta didik
dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan
pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan
memanifulasikan isi, metode serta alat-alat pendidikan. Ke arah mana bimbingan
ditujukan (tujuan pendidikan).
4)
Tujuan pendidikan bersifat abstrak karena memuat nilai-nilai yang sifatnya
abstrak.
Tujuan
demikian bersifat umum, ideal, dan kandungannya sangat luas sehingga sulit
untuk dilaksanakan di dalam praktek. Sedangkan pendidikan harus berupa tindakan
yang ditujukan kepada peserta didik dalam kondisi tertentu, tempat tertentu, dan
waktu tertentu dengan menggunakan alat tertentu.
5)
Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan).
Dalam
sistem pendidikan persekolahan, materi telah diramu dalam kurikulum yang akan
disajikan sebagai sarana pencapaian tujuan. Materi ini meliputi materi inti
maupun muatan lokal. Materi inti bersifat nasional yang mengandung misi
pengendalian dan persatuan bangsa. Sedangkan muatan lokal misinya mengembangkan
kebhinekaan kekayaan budaya sesuai dengan kondisi lingkungan.
6)
Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode).
Alat
dan metode pendidikan merupakan dua sisi dari satu mata uang. Alat melihat
jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Alat dan metode
diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja
untuk mencapai tujuan pendidikan.
7)
Tempat peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan).
Lingkungan
pendidikan biasa disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan
masyarakat.[Ai]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar