Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden
(Wapres) RI Jusuf Kalla mengatakan, seiring dengan perubahan sistem
pemerintahan, Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya pegawai negeri sipil
(PNS)
harus mengubah pola kerja. Sebab, hal itu bisa mendukung peningkatan pelayanan
pada PNS.
JK menyebut ada tiga hal pokok perubahan pola kerja
yang harus dilakukan PNS.
Pertama, ucap JK, perubahan yang terjadi karena
sistem pemerintahan, yang sebelumnya sentralistis, tapi setelah otonomi daerah
menjadi menyeluruh.
“Kita melaksanakan otonomi daerah akibatnya seluruh
ASN di pegawai pusat. Sekarang sebagian besarnya pegawai daerah. Kalau dulu
instruksi dari pusat sekarang butuh inovasi-inovasi karena daerah yang
menentukan kemajuan daerahnya sendiri,” ujar JK pada penyerahan Top 35 Inovasi
Pelayanan Publik dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Kepegawaian, dikutip
dari situs resmi Setkab, Jumat (27/5/2016).
Baca Juga
- Kemnaker Cari 4.000 Tenaga Fungsional untuk Daerah
- Tak Cuma PNS, Pejabat Negara Juga Terima Gaji ke-13 dan THR
- Ditjen Pajak dan Bea Cukai Butuh 2.000 PNS Baru
Kedua, perubahan teknologi. Menurut JK, saat ini
cara kita pemerintahan mengutamakan kemajuan teknologi seperti
e-government, smart city dan sebagainya. Hal ini untuk mempercepat kinerja
ASN, sehingga tidak perlu berhubungan langsung dengan masyarakat, tetapi dengan
teknologi.
Ketiga, adanya persaingan di internal dan luar.
Persaingan antar negara dan daerah. Menurut Wapres, jika daerah tidak efisien,
maka penduduknya akan pindah ke daerah lain. Begitu pula dalam hal pelayanan.
Jika tidak baik, maka akan mengurangi investasi daerahnya.
“Tiga hal itu harus merubah karakter PNS kita,
harus menjadi inovatif karena tidak ada lagi arahan dari pusat. Untuk itu, ASN
harus memiliki keahlian, skill, dan kecermatan yang baik,” tuturnya
seraya menyebutkan, tanpa itu daerah akan ketinggalan.
JK mengingatkan para pegawai negeri sipil, baik di
pusat maupun daerah, agar memberikan pelayanan yang terbaik dan terdepan.
“Masyarakat butuh pelayanan yang terbaik dan terdepan serta lebih efektif untuk
menciptakan kemakmuran rakyat yang lebih baik,” pungkasnya.
Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokras (PANRB) Yuddy
Chrisnandi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, dan Kepala Badan
Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Arya Wibisana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar